You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kebalanpelang
Kebalanpelang

Kec. Babat, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur

KEBALANPELANG HEBAT BERMARTABAT PEMERINTAH ADIL, RAKYAT MAKMUR SEJAHTERA " KEBALANPELANG HEBAT BERMARTABAT "

Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Teradu (SLPHT)

ABDUR ROMADLONI 22 Desember 2025 Dibaca 32 Kali
Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Teradu (SLPHT)

Perdana, Pemdes Kebalanpelang Bikin Sekolah Lapangan Pertanian Guna Tingkatkan Produksi Padi.

 

Pemerintah Desa (Pemdes) Kebalanpelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur berkomitmen dan peduli petani. Terbukti, Pemdes mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Teradu (SLPHT) yang diikuti puluhan petani desa setempat.

Kepala Desa Kebalanpelang, Mustofa mengungkapkan, SLPHT bertujuan untuk pengamanan dan peningkatan produksi padi berkelanjutan.

“Kami fokus peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan,” ungkap Kades saat diwawancarai di balai desa, Rabu (15/1/2025) pagi.

Ia berharap, dengan SLHPT ini para petani mampu mengimplementasikan secara nyata dalam pengelolaan lahan dan penanggulangan hama.

 “Harapan kami petani lebih maju dalam menggarap lahan lebih produktif,” harapnya.

Tampak para peserta antusias mengikuti program Sekolah Lapangan yang sudah berjalan setiap Rabu sejak awal Januari 2025 dan dijadwalkan berlangsung 18 kali pertemuan. Selain pembekalan materi, di SLPHT ini para peserta Sekolah Lapangan diajak terjun langsung dalam proses pengolahan lahan.

Dikesempatan ini, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hoktikultura Provinsi Jawa Timur, Hamim mengatakan, SLPHT ini menerapkan sistem pertanian organik di lahan percontohan seluas 1.400 m2.

“Kami ingin para petani mampu mengidentifikasi dan mengolah lahan secara baik, agar hasil padi meningkat secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak para petani belajar mengobservasi dan mengamati unsur tanah serta hama apa saja yang menyerang padi.

“Setelah bisa mengidentifikasi, mudah untuk menanggulanginya,” tandasnya.

Terpisah, Sunhaji dan Ali Zubairi, peserta SLPHT mengaku senang mendapatkan ilmu dan merasakan manfaatnya untuk diterapkan dalam pengolahan lahan.

“Kami sangat butuh ilmu di bidang pengolahan lahan, dengan SLPHT kami jadi mengerti terkait agro ekosistem serta bagaimana cara mengolah lahan dengan baik,” akunya. (Red)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image